Ingatkah pertama kali kita membaca, mulai dari buku pelajaran huruf a-b-c sampai beh-a – ba, peh-a – pa = ba-pa, beh i – bi, es a – sa = bi-sa kemudian buku ilmu hayat, ilmu bumi, sejarah sampai novel, komik sampai seumur kita sekarang ini mungkin kita baca buku tentang resep masakan, motivasi, pemasaran dan banyak lagi.
Hampir semua pengetahuan yang kita pelajari baik sendiri maupun lewat bangku sekolah semua berasal dari buku, artinya membaca merupakan aktivitas utama dalam belajar dan menggali pengetahuan tentang apapun. Sekarangpun sudah ada internet tetap kita harus membaca isinya.
Allah berfirman: ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (QS 96:1-2).
Allah menurunkan perintah untuk membaca kepada ciptaanNya, dalam menjalani kehidupan ini kita sebagai manusia harus berilmu agar dapat selamat dan sejahtera di dunia dan akhirat. Bagaimana supaya kita berilmu, kita belajar dari orang yang berilmu dan banyak membaca.
“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS 96:3-5).
Lagi-lagi Allah memerintahkan umatnya untuk membaca dan Dia mengajar melalui Al Quran yang diturunkan melalui nabi Muhammad SAW, hal ini menunjukan betapa pentingnya kebiasaan membaca bagi umat manusia.
Semakin sering kita membaca, semakin banyak pengetahuan yang kita kuasai dan pernahkah kita mendengarkan seseorang berbicara lalu secara otomatis kita akan mengkaitkan dengan isi buku2 yang pernah kita baca… o iya betul seperti yang ada di buku anu, atau kita dapat berargumentasi karena didasari suatu pengetahuan yang pernah kita baca.
Pertanyaannya adalah seberapa besar sih minat dan budaya membaca yang ada pada diri kita? keluarga kita? lingkungan terdekat kita? Ngga perlu dulu sampai mempertanyakan minat baca masyarakat Indonesia lah terlalu luas rasanya, kita lihat yang di sekeliling kita saja. Lalu topik apa saja yang kita baca selama ini dan untuk tujuan apa kita membacanya. Apakah kita membaca sesuatu sekedar supaya bisa nyambung ngobrol kongkow2 bicara tentang artis2? Atau supaya bisa bicara tentang politik & keuangan karena banyak ketemu client? Atau kita membaca untuk memperdalam kemampuan kita sesuai profesi yang dijalani? Atau membaca dalam rangka meningkatkan potensi diri dan mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca buku2 agama dan motivasi. Rasanya kita sudah bisa memprioritaskan bacaan apa yang utama, tinggal bisa dan mau atau tidak.
Untuk bisa membaca banyak buku itu kita harus bersedia untuk keluar uang yang artinya semua itu adalah investasi dalam bentuk ilmu, dan kalau kita berinvestasi pasti ngga mau sia2, artinya yang bisa bermanfaat tentunya di dunia & akhirat. 3 amalan yang terus berjalan setelah kita mati adalah amal jariah, kita meninggalkan anak yang soleh, dan ilmu yang diamalkan.
Oleh karena itu dalam kita mengelola keuangan pribadi atau keluarga, kita sertakan kebutuhan untuk membeli buku dalam pos pengeluaran kita, baik untuk anak2 maupun kita sendiri. Buku akan menemani kita kapan saja, selagi kita gelisah kita dapat mengulangi untuk membaca buku tentang agama, selagi kita merasa lemah dalam bekerja kita bisa mengulangi buku tentang motivasi dan potensi diri. Dan hal ini kita bisa lakukan sampai kapanpun.
Membaca itu ada sesuatu hal yang mengasyikkan, pada era digital ini membaca pengetahuan bisa dilakukan melalui handphone, internet, ebook. Bagi yang tinggal di jakarta, Jakarta City Centre ada beberapa kios yang menyewakan buku bekas dan baru untuk dibaca.
ayo hijrah
By: Norick on June 11, 2008
at 11:39 am