Mencerahkan Diri

SABAR (1)

Sabar sesuai hadist nabi saw merupakan setengah dari keimanan dan setengah lainnya adalah syukur. Sabar dapat pula diartikan sebagai kemampuan menahan diri. Sebagian ulama mengartikan sabar adalah kemampuan untuk menunda agar memperoleh seuatu kebenaran yang diyakini. Sebagian ulama lain mengartikan sabar sebagai kemampuan untuk mendahulukan upaya yang diyakini merupakan kebenaran daripada upaya memperoleh kenikmatan sesaat yang tidak bertumpu pada kebenaran.

Manusia  diciptkan Allah dengan kebutuhan akan mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan, disamping  Allah ciptakan pula dalam diri manusia kepuasan-kepuasan untuk menikmati hal-hal tertentu. Imam Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa keselamatan dan kebahagiaan lebih bersifat jangka panjang dan meliputi keseluruhan yang dimiliki manusia, khususnya yang menjadikan manusia bernilai sebagai hamba Allah, yaitu iman, kemerdekaan berfikir, dan harga dirinya. Sedangkan kepuasan-kepuasan merupakan sesuatu yang semestinya saja terjadi dengan adanya nafsu pada diri manusia. Artinya bahwa seseorang yang haus akan puas bila ia mendapatkan minuman, seseorang yang lapar akan puas bila mendapatkan makanan, seseorang yang mengantuk akan puas bila ia berkesempatan untuk tidur, seseorang yang membutuhkan uang akan puas bila ia mendapatkan uang. Sifat kepuasan-kepuasan tersebut adalah sesaat dan upaya mendapatkannya tergolong upaya jangka pendek dan tidak berkaitan dengan hal yang bersifat mendasar dari sisi manusia sebagai hamba Allah. Oleh karena itu orang yang lebih mementingkan pada kebaikan yang lebih besar walaupun harus menunggu untuk waktu yang lebih panjang dengan mengorbankan kepuasan jangka pendek, maka mereka itulah yang disebut sebagai orang yang sabar.

Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk bersabar dan menjadikan sabar sebagai wasilah memohon pertolongan kepada Allah SWT, sebagaimana firmanNya:

“Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat.” (QS. 2:45)

“Dan sesunguhnya Kami (Allah) akan memberikan balawan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 16:96)

Dan Rasulullah SAW bersabda:

“Dan ketahuilah bahwa pertolongan itu beserta kesabaran.” (H.R. Ahmad)

Upaya orang-orang beriman untuk sabar akan mudah dilakukan bila ia memahami dan meyakini bahwa segala sesuatu dalam hidup ini terikat dengan hukum-hukum Allah atau sunatullah.

Leave a response

Your response: